[caption id="attachment_123" align="alignleft" width="128" caption="Santri TPQ pentas Haflah Muharam"]
[/caption][caption id="attachment_121" align="alignleft" width="128" caption="Istri dan anak Balistung"]
[/caption]Alhamdulillah, setiap hari rumah kami hampir tak pernah sepi. Pagi, 30-an anak Balistung (baca-tulis-hitung)/TK, riuh rendah belajar. Sebagian masih ditunggui emak atau kakaknya. Siang, 30-an anak TPA/TPQ datang. Begitu pun sore harinya, ABG TPQ hadir untuk ngaji, mudzakaroh, dan main rebana.
[/caption][caption id="attachment_121" align="alignleft" width="128" caption="Istri dan anak Balistung"]
[/caption]Alhamdulillah, setiap hari rumah kami hampir tak pernah sepi. Pagi, 30-an anak Balistung (baca-tulis-hitung)/TK, riuh rendah belajar. Sebagian masih ditunggui emak atau kakaknya. Siang, 30-an anak TPA/TPQ datang. Begitu pun sore harinya, ABG TPQ hadir untuk ngaji, mudzakaroh, dan main rebana.
Sebagian rumah kami jadi area publik. Mulai kamar mandi, dapur, sampai ruang tengah. Please aja. Enjoy aja. Yang penting jangan masuk ke kamar tidur.
Tidak pernah ada barang hilang tuh, meski istri sering lupa menaruh kunci, dompet, tas, uang kembalian, sepatu, sandal, di tempat terbuka itu.

