Archive for KLIKku

Diantar Anak ke Surga

Penulis dan si bungsu M Fadhlan Adzhim

Penulis dan si bungsu M Fadhlan Adzhim

[caption id="attachment_99" align="aligncenter" width="62" caption="Lelaki Suku Asmat dan anaknya"]Lelaki Suku Asmat dan anaknya[/caption]
Mas Taufik Savalas (alm) dan bayinya

Mas Taufik Savalas (alm) dan bayinya

[caption id="attachment_97" align="alignleft" width="100" caption="Mas Iskandar Zulkarnain dan si kecil Yusuf"]Mas Iskandar Zulkarnain dan si kecil Yusuf[/caption]Sambil menggendong kedua anak balitanya, seorang wanita bertamu ke rumah Aisyah ra. Seperti biasa kala menerima tamu, tuan rumah memberinya makanan termewah yang mampu disediakan. ‘’Ini yang kami miliki, dan terimalah,’’ ucap istri Nabi sembari mengulurkan tiga buah kurma. ‘’Terima kasih ya Ummul Mukminin,’’ girang si wanita menerima pemberian orang mulia. Ia lantas membagi kurma, satu untuk anak pertama, satu untuk anak kedua, dan satu untuk dirinya.
Ketika ibu tadi bermaksud memakan jatahnya, tiba-tiba kedua anak dalam gendongan memperebutkannya. Mulut wanita itupun tertutup lagi, tak jadi kemasukan kurma pengganjal perut. Ia lantas membagi dua kurma di tangannya, dan memberikan kepada anak-anak masing-masing separuh. ‘’Kalian sudah mendapat bagian yang sama. Diam dan makanlah,’’ katanya sambil mengusap kepala mereka.
Aisyah terpesona menyaksikan pemandangan itu. Ketika hal tersebut diceritakan pada Rasulullah saw, beliau berkata, ‘’Sungguh, wanita itu bakal diantar oleh anaknya masuk ke surga.’’
Nabi sendiri, sangat menyayangi anak-anak. Sering ketika beliau sedang sholat, Hasan dan Husein cucunya memanjat punggung Nabi untuk bermain kuda-kudaan. Demi memuaskan mereka, Rasul memanjangkan sujudnya sampai keduanya turun dari punggung beliau. Pada kali lain, Hasan merangkak ke perut kakeknya ketika Rasul sedang sujud. Nabi memberinya jalan dengan merenggangkan kedua kaki beliau.
Tak hanya kepada keturunannya sendiri, Rasul pun mencintai putra-putri sahabat. Suatu hari, beliau menggendong Umamah bin Abil Ash. Saat Nabi hendak sholat, Umamah merengek tak mau diturunkan. Rasul lantas sholat dengan tetap menggendong bocah. Ketika ruku’ dan sujud beliau menurunkan si anak, lalu menggendongnya lagi ketika beliau berdiri.
Melihat Rasul mencium cucunda Hasan, sahabat Aqra bin Haib mengaku, ‘’Saya punya 10 anak, tapi belum pernah mencium satu pun dari mereka.’’ Nabi terkejut, lantas mengingatkan, ‘’Siapa yang tidak mempunyai rasa sayang, niscaya Allah tak menyanyanginya.’’
Tapi, betapapun sayang dan cintanya kepada anak, Rasulullah memperingatkan bahwa anak termasuk potensi fitnah bagi orangtuanya. Adakalanya, kata Nabi, ‘’seorang anak menjadikan orangtuanya pelit, bodoh, dan licik.’’ Kalau tidak percaya, tanyalah misalnya pada mantan presiden RI kedua atau pada mantan Kabulog. Mereka tersangkut perkara harta gelap atas nama anak-anaknya.
Karena itu, orangtua akan dituntut andilnya dalam membentuk kepribadian anak. ‘’Setiap anak dilahirkan fithrah. Orangtuanyalah yang menyesatkan dia menjadi Yahudi, Nasrani, atau Majusi,’’ pesan Rasul. Sebaliknya, orangtua akan memanen kesalehan anak yang dididiknya. Ketika dia mati dan seisi dunia meninggalkannya, ada tiga perkara yang setia mengiringi langkahnya hingga ke akhirat dan menyelamatkannya dari api neraka. Yakni amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh. (nurbowo/Tabloid FIKRI)

Leave a comment »